Langsung ke konten utama

Postingan

Misteri Hari Rabu

Melihat masa lalu merupakan salah satu teknik belajar, karena dengan melihat masa lalu kita bisa mengambil beberapa pengalaman unik yang kita bisa jadikan bahan ajar dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) kehidupan kita. Disini Saya akan berbagi mengenai Kewirausahaan yang dilakukan oleh sahabat saya, Ngudi. Ngudi yang pada waktu itu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Akhir telah menunjukan bakat kewirausahaan dalam dirinya. Kebanyakan dari kita memiliki persepsi bahwa kewirausahaan adalah bekerja mandiri, tidak bekerja kepada orang lain. Padahal ya betul kalau anda berpikir seperti itu.  Untuk mengilustrasikannya Saya memiliki cerpen sedikit…

Ekonomi Ideal?

Pernahkah kamu menemukan mutiara di tumpukan jerami? Atau bertemu seseorang yang kamu sayangi setelah tidak berjumpa beberapa tahun? Ini hanyalah untuk menggambarkan betapa bahagianya ketika kita bertemu atau menemukan suatu hal yang berharga, baik itu bersifat universal ataupun menurut kita sendiri.  Saya telah menemukan sebuah mutiara di lembar fotokopian tugas yang diberikan oleh dosen saya, menemukan irama yang hilang diantara melodi ilmu . Walaupun sedikit, namun sangat bermakna.  Dan saya berharap akan menemukan mutiara lainnya dengan adanya mutiara pertama ini. Mutiara ini adalah mengenai Ilmu Ekonomi, yaitu mengenai nilai kebersamaan, kekeluargaan atau kerjasama (cooperation).  Walaupun Saya sering mendengar kata kerjasama yang diidentikan dengan lembaga koperasi di suatu negara, namun baru kali ini Saya bisa merasakan begitu besarnya manfaat dari kerjasama yang di identikan dengan koperasi tersebut setelah membaca kesuksesa...

bertemu Cinta

Akhir-akhir ini aku baru bisa merasakan cinta yang cukup dalam. Yah, memang benar cinta itu datangnya tiba-tiba namun dapat dipersiapkan awal kejadiannya. Walaupun aku sudah sering berjumpa denganmu dan tidak jarang untuk memikirkanmu namun rasanya aku baru mengenalmu. Memang waktu berjalan begitu cepat. Rasanya agak kecewa, mengapa di akhir masa masa kita dipertemukan aku baru mau berpikir serius mengenaimu.

penjual mainan yang tidak main-main

Siang pada hari jumat itu rasanya matahari begitu membakar kota Jakarta, namun hal itu tak mengalahkan semangat seseorang yang sedang dilanda cinta. Cinta kepada diri sendiri , cinta kepada orang tua, dan cinta kepada anak istrinya. Siang itu saya melihat seorang bapak yang berumur kira-kira 45 tahun sedang menjajakan barang dagangannya yang berupa mainan anak-anak diperempatan jalan, dekat lampu merah.  Wajahnya yang kusam penuh debu jalanan, badan yang terlihat sudah tidak sebugar saat masih muda , jalannnya pun sedikit pincang. Namun bukan hidup namanya, kalau tidak ada hal-hal yang diperjuangkan. Dan menurut saya bahan bakar perjuangan itu bernama cinta , sampai saat ini belum ditemukan bahan alternatif lain yang dapat memicu seseorang untuk berjuang selain cinta. Yang ada hanyalah pemicu semu yang bersifat sementara seperti keelokan wajah, uang atau materi-materi lainnya. Pemicu semu ini hanya bersifat sementara karena pemicu ini tidak akan sanggup untuk menemani kita sep...

Senandung di Pulau Tidung (Part 2)

Terik matahari masih setia menemani kami, Sidik, Desta, Choib, Rilo, Arif, Niko, Oji, Iqbal dan aku yang berada di atas kapal. Untuk menghilangkan rasa bosan, kami bernyanyi bersama. Sidik yang paling bersemangat untuk masalah bermusik. Sebuah gitar dan drum akustik sengaja ia pinjam, sebagai bentuk bukti semangat Sidik untuk bermusik dalam rangka memeriahkan liburan kami selama di pulau Tidung. Jadilah kami sebagai band dadakan. Dengan gitaris Niko, penabuh drum akustik Sidik, vokalis Oji. Sisanya sebagai backing vokal, dancer (fiksi) dan penonton.

Senandung di Pulau Tidung (Part 1)

Setelah microteaching, besoknya ke pulau tidung. Kebayang bagaimana serunya naik kapal bareng, makan bareng, dan sekamar bareng anak-anak ekopers yang sebagiannya gile abiss, sebagiannya lagi masih menuju waras. Uang udah ngumpul beberapa juta di Kakak Ia (Tria), tinggal hanya beberapa orang lagi yang belum bayar. Geng 92 yang terdiri dari Otoy, Mute, Amin dan Silvi (padahal silvi kelahiran 94) akhirnya bersedia untuk ikut juga setelah tadinya tidak ingin ikut. Mungkin Om Iqbal berhasil membujuknya. Sebenernya aku ingin semuanya ikut, tapi bagaimana lagi, beberapa teman tidak bisa ikut dengan berbagai hal seperti Bendahara ekopers, Lala dan Elia, alibinya ada yang lagi ga megang uang (lah emang uang dipegang terus?) dan ada yang takut air, berarti salah satu dari diantara keduanya ada yang gak pernah mandi. hehe. kalo Cholilah nungguin ortunya, Ricky lagi gawe, Steples Novratilova (mengambil istilah dari sohib) Steffi maksudnya,lagi ada urusan, Tari seminar, Rita pkl, Ganjar g...

Dilema Slamet

Slamet merasa mulia ketika jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, seperti hadits nabi yang berbunyi “khoirunnasi anfa’uhum linnas”. Setiap minggunya slamet dan kawan-kawan mengadakan kajian, kegiatan pengajian, pembinaan dan hal positif lainnya namun terkadang ibadah wajib dirinya masih terbengkalai.  Dalam pelaksanaannya dikarenakan ruhiyah yang belum terawat dengan baik, terkadang slamet merasa kecewa, bosan, malas ketika menjalankan suatu kegiatan rutinnya, slamet kadang merenung dalam kesunyian malam. “kenapa aku sekarang jadi kurang sabar gini ya?, aku sering mengadakan kajian buat orang lain tapi diriku sendiri malah ga dapet ilmunya, ah pasti Allah SWT udah ngasih pahala ke aku, kan aku udah bikin orang lain ngerti agama”. Batin slamet.