Langsung ke konten utama

Postingan

Vaksin R081442

Tak ada kata terlambat untuk memulai :)  Malam ini, 8 Ramadhan 1442 atau 20 April 2021 pukul 00.00 aku memulai sesuatu yang lama aku lupakan;  yakni  menulis.  Terakhir kali aku menulis, saat aku masih di Turki,  ketika sedang berkutat dengan hafalan-hafalan kitab klasik nahwu dan sharaf dalam rangka menempuh pendidikan informal yang diselesaikan selama 2 tahun lebih 8 bulan. Saat itu aku menulis mengenai hal-hal yang menjadi keresahan dalam benakku yang aku beri judul "Sampah". Kenapa sampah?  Karena keresahan tersebut ku pikir tidak ada gunanya ketika ditulis. Tapi ku berharap di masa yang akan datang, aku bisa mengambil beberapa pelajaran ataupun bisa memutar kenangan yang mungkin bisa memberikan  trigger  untuk melakukan perbuatan positif yang produktif.  Malam ini aku membaca koran republika yg tanggalnya aku sendiri lupa 😅. Dalam koran tersebut ada beberapa tajuk yang menarik yakni mengenai tokoh Fariduddin Attar seorang penyair kelahiran kota Nisaphur /Naisabur, Iran.
Postingan terbaru

Sampah 4

Sedikit tentang orang Turki (Türk) Kebanyakan orang Turki suka makanan asam, yogurtnya asam, salatnya asam, kalo makan buah suka yang asam seperti jeruk dan buah lain yang belum masak. Setiap ketemu nanya kabar. Bisa dihitung kalo sehari bertemu lima kali berarti akan mendapatkan pertanyaan kabar sebanyak lima kali. Di Turki banyak orang yang memanggil kita dengan sebutan 'sayang', 'hidupku', 'manisku', 'anakku' dll. Makanya jangan gampang baper di Turki. Bahkan di Turki sesama pria saling bilang 'sayang' biasa, bergandengan tangan, ciuman pipi dengan pipi, ciuman bibir dengan pipi (hiiii). Padahal di sini normal, tapi buat yang belum terbiasa akan terasa sedikit aneh. Di Turki orang-orangnya sangat perhatian, jika ada masalah benar-benar dibantu tidak sekedar basa-basi. Misalnya di asrama saya ada anak Turki, dia sering melihat anak İndonesia makan mi instan jika lauk di asrama kurang terasa enak atau jika saya pribadi karena alergi te

Sampah 3

Puasa benar-benar menyehatkan. Kamu tahu apa itu mukus? (Coba cari di google.com ) Puasa bisa menghambat produksi mukus. Mukus sendiri adalah sumber dari penyakit. Selain itu dengan puasa, tubuh kita bisa beristirahat dari kerja lembur siang malam selama beberapa jam, dan itu bisa memberikan vitalitas tubuh kita menjadi tambah segar. Kebiasaan makan lemak, karbohidrat terlalu banyak harus dikurangi. Apalagi makan junkfood,  sudah pasti harus dihindari demi menjaga kesehatan tubuh. Banyak-banyaklah konsumsi sayur dan buah-buahan. Dan juga perbanyak minum air putih, air lemon, kalau ada jus buah (pasti bikin tambah segar). Untuk sementara cukup itu dulu ya, tadi soalnya baru saja baca buku tentang Puasa Rasional yang ditulis oleh Prof. Arnold Ehret. Jadi sok-sok  an nulis masalah kesehatan juga (::^ω^::)

Sampah 2

Ok kembali berjumpa lagi bersama saya. Hari ini saya baru saja menyelesaikan ujian tulis dari beberapa kitab bahasa arab yang saya pelajari di sini. Memang tak terlalu sulit, tapi untuk mencapai nilai sempurna butuh kerja keras dan cerdas yang kontinyu. Sedangkan saya merasa belum maksimal dalam belajar. So hasilnya pasti juga kurang memuaskan. Tapi tak mengapa, akan kucoba lagi di kesempatan mendatang.  Dalam buku "Think Like A Freak", saya pernah membaca cara dalam berpikir. Ada yang berpikir mementingkan diri sendiri atau mementingkan kepentingan lain. Misalnya dalam pertandingan sepak bola ketika adu penalti. Bayangkan anda adalah bintang besar, yang jika anda bisa memasukkan bola, anda akan membawa tim nasional anda menjadi juara dunia.  Kemudian nama anda akan diagung-agungkan menjadi seorang pahlawan. Namun bagaimana jika sebaliknya. jika bola tidak masuk gawang para suporter akan mencaci anda, rasa malu dan beraalah akan menggelayuti diri berhari-hari atau mungk

Sampah 1

Pada hari ini kucoba untuk membuat cerpen atau tulisan jenis lainnya. Tapi sampai saat ini, aku belum menemukan ide apa yang cocok untuk mengawali tulisanku di awal bulan Ramadhan ini. Di sisi lain aku juga pernah mengajak adik pertamaku untuk bersama-sama membuat karangan dalam bentuk apapun. Menulisku pada kesempatan ini (bulan Ramadhan) adalah sebagai pelatihan menulis rutin, sebenarnya sudah saya coba tahun lalu untuk menulis setiap hari dalam satu bulan penuh, tapi masih belum berhasil. Jadi kali ini aku kembali mencoba untuk membuat suatu kebiasaan menulis. Aku telah membaca beberapa buku tentang cara kepenulisan, dan kebanyakan dari mereka menyarankan untuk mulai menulis apapun yang terbetik dalam benak saat itu juga, kita harus membiasakan diri mengikat makna atau ide yang terlintas dalam pikiran. Untuk saat ini aku merasa terbantu dengan adanya aplikasi IPUSNAS: aplikasi yang berisi database online dari buku-buku perpustakaan nasional. Walaupun belum terlalu lengkap

Akankah ku rindukan malam ini?

Malam ini, di kota ini aku menuliskan harapan Bait demi bait dengan pena kesunyian Kadang terhenti, kadang salah, Masih gagalkah, sampai kapan? Penat, gundah membuncah