Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label asal

Vaksin R081442

Tak ada kata terlambat untuk memulai :)  Malam ini, 8 Ramadhan 1442 atau 20 April 2021 pukul 00.00 aku memulai sesuatu yang lama aku lupakan;  yakni  menulis.  Terakhir kali aku menulis, saat aku masih di Turki,  ketika sedang berkutat dengan hafalan-hafalan kitab klasik nahwu dan sharaf dalam rangka menempuh pendidikan informal yang diselesaikan selama 2 tahun lebih 8 bulan. Saat itu aku menulis mengenai hal-hal yang menjadi keresahan dalam benakku yang aku beri judul "Sampah". Kenapa sampah?  Karena keresahan tersebut ku pikir tidak ada gunanya ketika ditulis. Tapi ku berharap di masa yang akan datang, aku bisa mengambil beberapa pelajaran ataupun bisa memutar kenangan yang mungkin bisa memberikan  trigger  untuk melakukan perbuatan positif yang produktif.  Malam ini aku membaca koran republika yg tanggalnya aku sendiri lupa 😅. Dalam koran tersebut ada beberapa tajuk yang menarik yakni mengenai tokoh Fariduddin Attar seorang penyair kelahi...

Dolan ning Dufan

Siapa sih yang belum pernah naik wahana halilintar di Dufan, Ancol.

IQSTRAPECTATION

Pada saat suhu bumi sudah menjadi sangat panas, bongkahan es di kutub utara dan selatan pun hanya tinggal sedikit, sehingga tinggal sedikit daratan yang masih bisa dihuni oleh sebagian manusia yang hampir punah, banyak kekacauan yang terjadi di setiap belahan bumi yang disebabkan oleh para monster yang dikendalikan oleh raja E blooza. Pembunuhan, pembantaian, dan genosida telah menjadi hal biasa yang dilakukan oleh raja E blooza guna menguasai seluruh bumi dan isinya. Kejadian ini telah lama disaksikan oleh sekelompok anak manusia yang telah berkembang menjadi pemuda-pemudi yang tak biasa. Mereka hidup terpisah di setiap daratan yang berbeda, namun ada beberapa yang berasal dari daratan yang sama. Mereka diwarisi oleh kekuatan yang bersumber dari setiap spirit yang ada di dunia ini. mereka yang nantinya akan membuat perdamaian di muka bumi ini. mereka yang akan menjadi harapan dunia ini. 

Terlambat #2

Hai kamu, iya kamu, bagaimana kabarmu? Sehat?. Kamu diam tak menjawab apa yang aku tanyakan. Tampaknya kamu sekarang terlihat lebih murung dari pada tahun lalu. Apakah kamu tidak bahagia dengan kedatanganku?. Kemana rasa antusiasmu. Biasanya kamu selalu bertanya kabarku. Menanyakan kapan kepulanganku. Menanyakan oleh-oleh yang selalu ku bawa khusus untukmu. Dan yang pasti kamu selalu menyediakan waktu untukku. Tapi sekarang kamu tampak berbeda. kamu lebih sering membuka laptop dengan tumpukan kertas-kertas disampingmu. Kamu lebih memilih membuka gadget canggihmu itu.

si "S"

Malam itu aku mendapatkan telepon dari salah satu teman SMA-ku yang bernama Alif, malam itu dia menceritakan bahwa dia sedang merasa kesepian dan lagi butuh peluapan keluh kesah. Sebenarnya dia tinggal dengan ibunya di Bandung, tapi ibunya yang merupakan dosen di suatu universitas swasta di Bandung sedang ada workshop di Australia selama seminggu ke depan. Ayahnya dua bulan yang lalu baru saja meninggal karena penyakit gulanya. Dia merupakan anak semata wayang dalam keluarganya. Dia juga tidak begitu banyak memiliki teman. Hanya beberapa saja, dan aku merupakan teman arabnya. Alif meminta maaf padaku, karena selalu saja mengeluhkan permasalahannya padaku. Ya, memang karena teman akrabnya hanya aku. Ya mau bagaimana lagi.

Terlambat

Dulu aku selalu bahagia bila menatapmu, selalu merasa tenang jika disampingmu.  Kau pun juga memiliki perasaan yang sama denganku. Kau selalu memberikan perhatian kepadaku walau kadang aku merasa sulit untuk memahami perhatian itu. Menasehatiku, mengingatkanku, menegurku. Apakah itu bentuk sayangmu padaku, tapi kenapa aku tidak memahaminya. Kenapa aku terlambat menyadarinya. Dulu Saat bercanda denganmu, mendengarkan ceritamu. Saat melihat senyummu. Entah kenapa hatiku merasa nyaman. Tapi kenapa aku tidak memahaminya. Kenapa aku terlambat menyadarinya.