Langsung ke konten utama

Postingan

Snow white

Malam itu, ketika ku buka jendela ruang belajar, seketika itu hawa sejuk menyeruak menerpa wajahku, kurasakan hawa di malam ini lain dari kemarin, dia tampak hangat, tak seperti biasanya yang terlalu dingin sampai menusuk tulang. Aku pun berpikir tentang perkataan orang-orang sini yang mengatakan jika kau datang maka hawa dingin berubah jadi hangat, aku pun berpikir tentang betapa ramahnya dirimu itu. Tapi setelah ku menunggu beberapa saat, kau tidak juga menampakan batang hidungmu. Ku putuskan untuk menunggu mu di esok hari. Ankara bulan ini telah memasuki musim dingin, tapi kau baru sekali singgah di sini, hadirmu pun terasa buru-buru karena ketika aku pergi ke dapur guna menyiapkan çay untukmu, namun saat aku kembali, kau malah lenyap entah kemana, tanpa salam perpisahan dengan hanya meninggalkan lelehan kenangan ku pagi itu dimana khayalanku berubah menjadi kenyataan. Ya, dimana aku waktu itu pertama kali melihatmu, sebelumnya aku hanya mengenalimu dari cerita cerita orang atau f...

2

Setiap pertemuan pasti menemukan perpisahan. Ketika kita merasa bahagia menyapa bayi yang baru lahir kedunia, kita tak'kan luput dari sedih saat mengantar jenazah ke dalam liang lahat. Lalu siapa yang akan pergi? Aku atau kamu? Lalu siapa yang akan lebih sedih? Yang akan pergi atau yang ditinggalkan? Ini adalah sebuah kisah kecil yang tak begitu populer. Setiap insan akan melewati momen ini. Jadi bersikap biasa sajalah, jika kau ingin terlihat dewasa. Kau yakin seperti itukah sikap orang yang telah dewasa?

1

Hai kamu.. Gimana kabarnya sehat kah? Sehat memang salah satu nikmat yang kadang manfaatnya baru kita rasakan jikalau kita sakit, jadi yuk jangan lupa bersyukur atas kesehatan kita sampai hari ini. Di indonesia masih musim hujan ya? Eh maksudnya yang bagian pulau jawa. Enak dong bisa menikmati gurihnya makan mendoan dengan ditemani harumnya aroma secangkir kopi hangat, pasti kerasa banget kan kenikmatan suasana hujan itu. Apalagi kalau ditambah dengan berkumpul bersama sahabat, keluarga atau orang tercinta pasti momen hujan akan membuat semuanya menjadi lebih hangat. Apakah kamu masih suka pergi ke sekolah untuk bertemu dengan anak-anak kecil yang selalu membuat mu melupakan setiap keletihanmu, walaupun kamu masih menjadi guru honorer dengan gaji yang pas-pasan, lalu masihkah kamu mendiskusikan para petani dan nelayan yang hidupnya tak kunjung sejahtera padahal lahan dan lautan masih luas, atau masih seeingkah kau mengobrol dengan kawanmu tentang permasalahan SARA yang tidak ada hab...

Jadi Turis

Kalo kita lihat turis di negeri kita, kayaknya mata kita udah gak asing lagi ya. Nah, tapi kalo kita nya yang jadi turis, kan agak asing ya, nah disini saya mau nulis dikit, gimana rasanya kalo kita yang jadi turis. Hal ini kami alami ketika kami sampai di negeri 1000 menara, Turki. Kami ber-8 orang sedang jalan jalan di pasar eminonu, kaya tanah abangnya, jakarta. Tiba-tiba penjual baju baju, perabotan dll, berbahasa indonesia kepada kami, sok sok akrab gitu, macem- macem bilangnya, ada yang apa kabar, gimana, orang indonesia, silahkan dll. Walaupun tak jarang juga yang menyapa kami menggunakan bahasa malaysia atau melayu, ape kaber, bahkan ada yang mengira kami orang cina, padahal gak ada yang sipit di antara kami. Selain itu, ketika sampai di suatu objek wisata, banyak mata tertuju pada kami, bukan kami gede rasa atau semacamnya, sebab tidak lama setelah itu ada sebuah keluarga yang ingin foto bersama kami. Walhasil ya, kami izinkan. İtu sedikit kisah yang bisa disampaikan. Ter...

Dolan ning Dufan

Siapa sih yang belum pernah naik wahana halilintar di Dufan, Ancol.

Dasar Kepala Batu

Kau tahu mengapa laron dan ngengat selalu ingin menuju cahaya, walaupun banyak dari mereka yang kehilangan sepasang sayapnya, Bahkan nyawa taruhannya, Namun pernahkah kau lihat mereka kehilangan senyumnya, Senyum yang membuat getir hati manusia, Karena rindunya dengan cahaya cinta,

Bisikan Hujan

Sekitar pukul 14.30 Waktu bagian Ciputat, Saya bergegas menuju stasiun Pondok Ranji dengan angkot   berwarna merah jurusan  bintaro-lebakbulus kalo nggak salah. Duduk di angkot panas-panasan kira-kira seperempat jam, setengah jam kayaknya plus ngetemnya . Memanfaatkan waktu yang ada, saya berpikir ngalor-ngidul , entah membayangkan apa waktu itu, padahal seharusnya saya bisa melakukan hal yang bermanfaat, yaitu dengan memikirkan kamu yang tersipu malu sedang membaca dalam hati yang syahdu  umur, telah dipakai untuk apa sajakah selama ini. kebaikan? Atau keburukan? Atau bertafakkur, atau bisa juga dzikiran dalam hati.  Singkat cerita, setelah sampai stasiun Pondok Ranji, saya segera memesan tiket menuju Pondok Cina. Yap, Hari ini saya mendapatkan undangan ngumpul bersama orang-orang langka yang dulunya ketika di kampus banyak meluangkan waktunya untuk berkontribusi dalam mengembangkan softskill mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Negeri Jakarta.  ...